Jumat, 22 Januari 2016

Nama : Dany Bun
Kelas : 2TB01
NPM: 22314535

Lantai dari Bambu
       Bambu adalah tanaman jenis rumput-rumputan dengan rongga dan ruas di batangnya. Bambu memiliki banyak tipe. Nama lain dari bambu adalah buluh, aur, dan eru. Di dunia ini bambu merupakan salah satu tanaman dengan pertumbuhan paling cepat. Bambu biasanya terbuat dari bambu yang sudah berusia  4 hingga 6 tahun. Ciri kematangan fisik bisa dikenali dari bunyi nyaring saat batang diketuk. Bisa juga diukur dengan alat pengukur kepadatan batang (density test) berupa jarum yang ditembakkan ke batang bambu. Cukup akurat, namun harga alat ini relatif mahal. Bambu matang berdensitas tinggi. Seratnya tidak kisut jika telah kering.

       Pemilihan pembuatan lantai Dari bambu dikarenakan ketersediaan pohon di Indonesia yag semakin menipis dikarenakan pembalakan liar,sedangkan persediaannya di bumi ini belum langka atau masih banyak yang membuat bambu termasuk bahan bangunan inovasi yang lebih ramah lingkungan, salah satu pemanfaatannya dengan membuat Lantai dari bahan dasar bambu.

       Ada Empat jenis lantai bambu;
  1.  Lantai bambu khusus bangunan.,lantai ini terbuat dari pinus yang dilapisi bambu.
  2.  Lantai bambu horizontal. Lantai bambu semacam ini dibuat dari lembaran papan bambu yang dilapisi dan direkatkan satu sama lain. Lantai bambu ini memiliki galur-galur serat bambu yang khas.
  3. Lantai bambu vertikal. Lantai bambu semacam ini dibuat dengan memasang tiga bilah bambu, dan merekatkannya dengan lem
  4. Lantai bambu dengan membuat anyaman. Ini adalah cara yang paling ramah lingkungan. Lantai ini dibuat dengan memotong tangkainya, mengeringkannya, lalu memanaskannya. Bambu perlu dipanaskan untuk menguapkan glukosa yang terdapat di dalamnya. Selanjutnya batang-batang bambu dikompresi dengan tekanan tinggi. Cara ini akan menghasilkan bilah bambu yang lebih bersih dan dua kali lebih padat.

       Beberapa teknik memasang lantai bambu:
  1.  Menempelkannya langsung ke cor beton
  2. Memasukkannya pada celah lantai dengan gaya mengambang
  3. Dapat juga dengan cara memakunya atau menjepitkannya ke lantai.

       Cara PemasanganCara Pemasangan :
       1. Tentukan arah pemasangan, searah dengan panjang ruangan.
       2. Pasang busa \ foam atau triplek di atas acian lantai dengan dipaku.
       3. Sebelum memasang lantai bamboo,susun dahulu 2-3 baris bilah papan lantai
           bambu. Pakai bilah yang lebih pendek di dekat dinding untuk mengurangi
           pemotongan. Beri jarak 5mm di sepanjang daerah dinding sebagai ruang memuai
       4. jika lebar ruangan lebih dari 4m, beri jarak 1mm untuk tiap 4 baris bilah lantai bambu.
       5. ketok tepian lantai bamboo dengan palu karet untuk memastikan sambungan antar bambu
           sudah
           cukup kuat.
       6. pasang lis/ skirting bamboo disekeliling dinding. Paku lis kearah dinding bukan ke lantai
            bambu.

       Cara Perawatan:
v  Pertama, gunakan pel lembut untuk membersihkan debu disetiap harinya, atau cukup dengan menyapunya (gunakan sapu yang berbahan lembut), untuk mencegah goresan pada lantai;
v  Kedua, letakkan keset kaki pada pintu, guna untuk mengurangi debu saat seseorang memasuki ruangan;
v  Ketiga, gunakan beberapa tetes deterjen dan setengah ember air untuk mengepel lantai, peras kain pel hingga menjadi setengah kering, jika terlalu banyak kandungan air dalam kain pel akan merusak lantai. Jika Anda merasa tidak sempat untuk menggunakan cara sederhana Anda bisa membeli produk yang khusus direkomendasikan untuk pembersih lantai bambu.
v  Keempat, jika terdapat meja, kursi, atau meubeul lainnya, baiknya dilapisi karet menghindari pecahnya serat bambu.

·                Kelebihan :
v  Harga yang relatif murah apabila  dibandingkan dengan parket kayu
v  Lebih ramah lingkungan
v  Memberikan kesan sejuk terhadap ruangan
v  Lebih anti rayap dari pada parket kayu

      Kekurangan :
v  Kurang tahan air
v  Mudah pecah jika terkena paku
v  Mudah tergores
v  Tidak tahan benda benda kimia, tinta

Sumber:



Nama : Dany Bun
Kelas : 2TB01
NPM: 22314535
Lantai dari Batu Koral



       Batu Koral atau batu merjan merupakan batuan yang bersal dari binatang-binatang laut yang lembut dan termasuk golongan polypen.

       Pemilihan pembuatan lantai dari batu koral dikarenakan ketersediaan pohon di Indonesia yag semakin menipis dikarenakan pembalakan liar,sedangkan persediaan batu koraldi bumi ini belum langka atau masih banyak yang membuat batu koraltermasuk bahan bangunan inovasi yang lebih ramah lingkungan, salah satu pemanfaatannya dengan membuat Lantai dari bahan dasar batu koral.
       Pemasangan batu koral ada beberapa teknik salah satunya Teknik ditempel, inilah yang disebut dengan koral tempel atau koral sikat. Karena membuatnya ditempelkan pada adukan semen kemudian di setelah agak kering disikat dengan sikat baja supaya sisa-sisa semen tidak menutupi permukaan koral hias. Koral sikat yang yang telah menyatu dengan adukan semen tadi dapat digunakan sebagai lantai carport, teras, bahkan dinding rumah.
Ø  Cara Pemasangan
1.       Persiapkan bidang kerja. Pemasangan batu koral  sikat ini dilakukan setelah keramik diletakkan pada tempatnya dan sudah diatur ketinggiannya, diberikan pembatas pada bagian yang menurun untuk menahan adukan semen. Pembatas ini bisa dibuat dengan menggunakan batang kayu atau bahan lainnya.
2.       Beri adukan semen pada bagian yang akan dipasang batu koral dan ratakan adukan tersebut.
3.       Letakkan batu koral diposisinya, bisa berdasarkan pola atau secara acak. 
4.       Setelah semua batu tersusun, ratakan dengan cara ditekan/diketuk dengan kayu atau papan agar posisi batu masuk ke dalam adukan semen secara merata atau bisa ditekan sampai posisinya rata dengan keramik.
5.       Setelah ditekan, beri kembali adukan semen untuk menutupi rongga antar batu koral.
6.       Singkirkan/buang kelebihan adukan semen dengan papan kayu hingga batu koralnya kelihatan atau bersihkan sampai rata dengan permukaan keramik.
7.       Supaya adukan semen basah cepat kering, taburkan semen kering di atasnya dan ratakan. Semen kering juga berguna untuk mengikat agar batu koral tidak mudah lepas di kemudian hari.
8.       Bersihkan permukaan batu koral dengan menggunakan kain lap atau bisa juga menggunakan kertas semen agar sisa-sisa kelebihan semen terangkat dan batunya terlihat kembali. Setelah benar-benar kering bisa dilepaskan dari cetakannya atau pembatasnya.

v  Coating : Agar permukaan batu bisa awet dan tahan terhadap lumut serta debu, sapukan dengan cairan coating dengan perbandingan 1 liter untuk 6 meter permukaan koral sikat.

Sumber: