Nama : Dany Bun
Kelas : 1 TB 03
NPM : 22314535
Penduduk Masyarakat dan Kebudayaan
A.
Perkembangan
Penduduk dunia
Manusia diperkirakan telah hidup di dunia ini sudah
kira-kira sekitar dua juta tahun yang lalu. Pada waktu itu jumlahnya masih
sangat sedikit dan belum sebanyak sekrang . Bahkan pada 10.000 tahun sebelum
masehi, penduduk dunia diperkirakan baru sekitar 5 juta jiwa. Pada saat ini
perkembangan penduduk dari tahun 1983 – 2004 mengalami perkembangan yang sangat
signifikan, pada tahun 1983 populasi penduduk masih 158 milyar, sedangkan pada
tahun 2004 jumlah penduduk hampir 217 milyar.
|
|
Ket: dalam ribuan
B. Penggandaan
Penduduk Dunia
Berdasarkan
table diatas diketahui bahwa pertumbuhan penduduk semakin cepat. Begitu pun
dengan penggandaan penduduk yang jangka waktunya makin singkat. Cepatnya
pertambahan penduduk tersebut dapat
dilihat pada table berikut:
Tahun
|
Penduduk
Dunia
|
Tahun
Penggandaan yang dibutuhkan
|
1983
|
158 milyard
|
-
|
1990
|
180 milyard
|
7 tahun
|
2000
|
205 milyard
|
10 tahun
|
2004
|
217 milyard
|
4 tahun
|
C.
Faktor
demografi yang Mempengaruhi Pertumbuhan penduduk
Secara umum ada 3faktor utama demografi yang mempengaruhi
pertumbuhan penduduk,
di
antaranya sebagai berikut:
1.Kelahiran (Fertilitas)
Kelahiran
adalah istilah dalam demografi yang mengindikasikan jumlah anak yang
dilahirkan hidup, Berikut ini
penjelasan mengenai pengukuran fertilitas:
a.
Pengukuran
fasilitas tahunan adalah pengukuran kelahiran bayi pada tahun tertentu
dihubungkan dengan jumlah penduduk
pada tahun tersebut. Adapun ukuran-ukuran fertilitas tahunan adalah:
-
Tingkat fertilitas kasar (crude birth
rate)
-
Tingkat fertilitas umum (general
fertility rate)
-
Tingkat fertilitas menurut umur (age
specific fertility rate)
-
Tingkat ferlititas menurut ukuran urutan penduduk (birth order specific fertility rates)
b. Pengukuran
fertilitas komulatif adalah pengukuran jumlah rata-rata anak yang
dilahirkan
oleh seorang perempuan hingga mengakhiri batas usia suburnya. Adapun
ukurannya
adalah:
-
Tingkat fertilitas total
-
Gross reproduction rates
2. Kematian (mortalitas)
Kematian
adalah ukuran jumlah kematian umumnya karena akibat yang spesifik pada suatu
populasi. Mortalitas khusus mengekspresikan pada jumlah satuan kematian per-
1000 individu per-tahun, hingga rata-rata mortalitas sebesar 9,5 berarti pada
populasi 100.000 terdapat 950 kematian per-tahun.
3.Perpindahan (migrasi)
Migrasi
adalah peristiwa berpindahnya suatu organisme dari suatu tempat ke tempat
lainnya. Dalam banyak kasus organisme bermigrasi untuk mencari sumber cadangan
makanan yang baru untuk menghindari kelangkaan yang mungkin terjadi karena
datangnya musim dingin atau karena over populasi.
D. Rumus
Kematian Kasar dan Kematian Khusus
Rumus Tingkat Kematian Yang Kasar
Angka Kematian Kasar adalah angka yang menunjukkan banyaknya kematian per 1000 penduduk pada pertengahan tahun tertentu (Data Statistik Indonesia-Angka Kematian Kasar-Rumus), disuatu wilayah tertentu. Ada pun rumusnya sebagai berikut :
Angka Kematian Kasar adalah angka yang menunjukkan banyaknya kematian per 1000 penduduk pada pertengahan tahun tertentu (Data Statistik Indonesia-Angka Kematian Kasar-Rumus), disuatu wilayah tertentu. Ada pun rumusnya sebagai berikut :
Rumus: CDR = D/P x K
Keterangan :
CDR = Crude Death Rate (Angka Kematian Kasar).
D = Jumlah kematian (death) pada tahun tertentu
P = Jumlah penduduk pada pertengahan tahun tertentu
K = Bilangan konstan 1000
CDR = Crude Death Rate (Angka Kematian Kasar).
D = Jumlah kematian (death) pada tahun tertentu
P = Jumlah penduduk pada pertengahan tahun tertentu
K = Bilangan konstan 1000
Umumnya data tersedia adalah ”jumlah
penduduk pada satu tahun tertentu” maka jumlah dapat sebagai pembagi. Kalau ada
jumlah penduduk dari 2 data dengan tahun berurutan, maka rata-rata kedua data
tersebut dapat dianggap sebagai penduduk tengah tahun.
Rumus Tingkat Kematian Khusus
Angka kematian khusus (Age Specific Death Rate/ASDR) yaitu angka yang menunjukkan banyaknya kematian setiap 1.000 penduduk pada golongan umur tertentu dalam waktu satu tahun. Rumusnya adalah jumlah kematian pada umur tertentu dibagi dengan jumlah penduduk umur tertentu pada pertengahan tahun dan dikalikan dengan konstanta yang biasanya bernilai 1000.
Angka kematian khusus (Age Specific Death Rate/ASDR) yaitu angka yang menunjukkan banyaknya kematian setiap 1.000 penduduk pada golongan umur tertentu dalam waktu satu tahun. Rumusnya adalah jumlah kematian pada umur tertentu dibagi dengan jumlah penduduk umur tertentu pada pertengahan tahun dan dikalikan dengan konstanta yang biasanya bernilai 1000.
Rumus: ASDRx = Dx/Px x 1000
Keterangan :
ASDRx = Angka Kematian khusus umur tertentu (x)
Dx = Jumlah Kematian pada umur tertentu selama satu tahun
Px = Jumlah Penduduk pada umur tertentu
1000 = Konstanta (k)
ASDRx = Angka Kematian khusus umur tertentu (x)
Dx = Jumlah Kematian pada umur tertentu selama satu tahun
Px = Jumlah Penduduk pada umur tertentu
1000 = Konstanta (k)
E.
Angka
Kelahiran
Angka
kelahiran adalah bilangan yang menunjukkan
jumlah bayi yang lahir hidup dari setiap seribu penduduk dalam satu tahun.
Angka kelahiran dikatakan tinggi apabila di atas 30, angka kelahiran dikatakan
sedang apabila antara 20-30, dan angka kelahiran dikatakan rendah apabila
kurang dari 20. Sebagai contoh, angka kelahiran tahun 2013 suatu negara adalah
25 per seribu penduduk. Hal itu berarti, angka kelahiran pada tahun 2013 negara
tersebut tergolong sedang. Rumus untuk menentukan angka kelahiran, yaitu:
Angka
kelahiran = (Jumlah
bayi yang lahir hidup dalam 1 tahun / Jumlah penduduk) x 1000
F.
Pengertian,Jenis-Jenis,proses, dan
Akibat Migrasi
A. Migrasi adalah perpindahan
penduduk dari suatu tempat/wilayah ketempat lain dengan berbagai macam faktor, mereka berimigrasi demi
mencari kehidupan yang lebh baik.
Adapun faktor-faktor migrasi tersebut adalah:
-
Ekonomi,
- Politik
- Potensi ekonomi
- Alat masa depan
- Alat masa depan
-
Persediaan sumber alam
B. Jenis-jenis Migrasi
1. Migrasi internasional (migrasi antarnegara)
Migrasi internasional (migrasi antarnegara) adalah perpindahan penduduk dari suatu Negara ke Negara lain. Migrasi internasional meliputi imigrasi, emigrasi, dan remigrasi.
Imigrasi, yaitu masuknya penduduk dari Negara lain ke suatu Negara dengan tujuan menetap.
Emigrasi, yaitu berpindahnya penduduk atau keluarnya penduduk dari suatu Negara ke Negara lain dengan tujuan menetap.
Remigrasi, yaitu kembalinya penduduk dari suatu Negara ke Negara asalnya.
2. Migrasi internal (migrasi nasional)
Migrasi internal (migrasi nasional) adalah perpindahan penduduk yang masih berda dalam lingkup satu wilayah Negara. Perpindahan yang merupakan migrasi internal antara lain sebagai berikut.
1. Urbanisasi
Urbanisasi adalah prepindahan dari daerah pedesaan ke daerah perkotaan. Berikut faktor-faktor penyebab urbanisasi.
2. Transmigrasi
Transmigrasi adalah perpindahan penduduk, yang diprakarsai dan diselenggarakan pemerintah, dari daerah yang padat penduduknya ke daerah yang belum padat penduduknya.
Macam-macam transmigrasi :
a. Transmigrasi umum,
b.
Transmigrasi spontan,
c.
Transmigrasi sektoral,
d. Transmigrasi khusus,.
e. Transmigrasi swakarsa,
d. Transmigrasi khusus,.
e. Transmigrasi swakarsa,
C.
Proses Migrasi
Dengan
adanya wilayah yang memiliki suatu nilai lebih maka banyak orang/ penduduk pun
yang akan pergi ke wilayah itu dikarenakan di wilayah ia tinggal sudah tidak
ada lagi nilai lebihnya untuk berkelangsungan hidupnya
Proses migrasi pun punya cara yaitu:
• Proses migrasi ia menetap di suatu wilayah
• Proses migrasi hanya sementara diwilayah itu sewaktu-waktu ia dapat kembali lagi ke wilayah tempat asalnya
• Hanya sekedar berlibur diwilayah itu
• Proses migrasi ia menetap di suatu wilayah
• Proses migrasi hanya sementara diwilayah itu sewaktu-waktu ia dapat kembali lagi ke wilayah tempat asalnya
• Hanya sekedar berlibur diwilayah itu
Proses
keberangkatan migrasi bisa dilakukan dengan cara-cara tertentu misalkan kalau
imigran hanya satu orang bisa melakukannya dengan naik sepeda motor, kalau
imigran dengan banyak orang satu keluarga maka bisa melakukannya dengan naik
kendaraan roda empat atau juga naik kapal laut itulah yang biasa dilakukan
imigaran dalam melakukan migarasi di Negara Indonesia.
Tahun
pun makin lama makin berlaju dan proses imigrasi pun menjadi sangat lebih pesat
dan perubahan yang terjadi dari mulai tahun yang lalu higga tahu ini sangatlah
banyak, pada tahun ini tercatat banyak sekali imigran illegal/gelap yang tidak
mendaftarkan dirinya pada sensus penduduk pada kota asalnya balia semua itu
terjadi begitu saja tanpa adanya rasa kesadaran maka makin lama akan terjadi
kepadatan penduduk akan teradi dan susah menanganinya dikarenakan susahnya
mendata para imigran.
D.
Akibat Migrasi
Migrasi penduduk baik internal atau
nasional maupun eksternal atau internasional masing-masing memiliki dampak
positif dan negatif terhadap daerah asal maupun daerah tujuan.
a. Dampak Positif Migrasi Internasional antara lain :
a. Dampak Positif Migrasi Internasional antara lain :
|
b. Dampak Positif Migrasi Nasional antara lain :
|
c. Dampak Negatif Migrasi Internasional antara lain :
|
|
d. Dampak Negatif Migrasi Nasional antara lain :
|
e. Usaha-usaha untuk Menanggulangi Permasalahan Migrasi
|
G. 3 Jenis Struktur Penduduk
Ada tiga jenis struktur penduduk :
1. Piramida Penduduk Muda
Piramida ini menggambarkan komposisi
penduduk dalam pertumbuhan dan sedang berkembang. Jumlah angka kelahiran lebih
besar daripada jumlah kematian. Bentuk ini umumnya kita lihat pada negara –
negara yang sedang berkembang. Misalnya : India, Brazil dan Indonesia
2. Piramida Stationer
2. Piramida Stationer
Bentuk piramida ini menggambarkan keadaan
penduduk yang tetap (statis) sebab tingkat kematian rendah dan tingkat
kelahiran tidak begitu tinggi. Piramida penduduk yang berbentuk system in
iterdapat pada negara-negara yang maju seperti Swedia, Belanda dan Skandinavia.
3. Piramida Penduduk Tua
3. Piramida Penduduk Tua
Bentuk piramida penduduk ini menggambarkan
adanya penurunan tingkat kelahiran yang sangat pesat dan tingkat kematian kecil
sekali. Apabila angka kelahiran jenis kelamin pria besar, maka suatu Negara
bias kekurangan penduduk. Negara yang bentuk piramida penduduknya seperti ini
adalah Jerman, Inggris, Belgia dan Perancis.
H. Bentuk piramida penduduk
Jenis-jenis piramida penduduk
dibedakan menjadi 3, yaitu piramida penduduk muda (ekspansive), piramida
penduduk stasioner, dan piramida penduduk tua (konstruktif)
- piramida penduduk muda:
apabila suatu wilayah atau Negara sebagian besar panduduknya
muda struktur ini dimulai dengan umur 0-14 tahun. piramida ini akan berbentuk
segita
Apabila suatu wilayah memiliki angka kelahiran dan angka
kematian yang sama-sama rendah (seimbang). piramida ini akan berbentuk kotak
- piramida penduduk tua:
Apabila suatu wilayah memiliki angka kelahiran yang menurun
dengan cepat dan tingkat kematian yang rendah. Piramida ini juga dicirikan
dengan jumlah kelompok umur muda lebih sedikit dibanding kelompok umur tua.
piramida ini akan berbentuk segitiga berbalik (lawan dari piramida penduduk
muda)
|
I. Pengertian Rasio Ketergantungan
Rasio Ketergantungan (Dependency Ratio) adalah perbandingan antara jumlah penduduk berumur 0-14 tahun, ditambah dengan jumlah penduduk 65 tahun keatas dibandingkan dengan jumlah penduduk usia 15-64 tahun. Rasio ketergantungan dapat dilihat menurut usia yakni Rasio Ketergantungan Muda dan Rasio Ketergantungan Tua.
Rasio Ketergantungan (Dependency Ratio) adalah perbandingan antara jumlah penduduk berumur 0-14 tahun, ditambah dengan jumlah penduduk 65 tahun keatas dibandingkan dengan jumlah penduduk usia 15-64 tahun. Rasio ketergantungan dapat dilihat menurut usia yakni Rasio Ketergantungan Muda dan Rasio Ketergantungan Tua.
- Rasio Ketergantungan Muda adalah perbandingan jumlah penduduk umur 0-14 tahun dengan jumlah penduduk umur 15 – 64 tahun.
- Rasio Ketergantungan Tua adalah perbandingan jumlah penduduk umur 65 tahun ke atas dengan jumlah penduduk di usia 15-64 tahun.
Sumber:
http://fajarrahmadani.blogspot.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar