Nama: Dany Bun
Kelas: 3TB01
NPM: 22314535
SEKOLAH SWASTA & NEGERI
Sekolah negeri maupun
swasta sama-sama ada yang berkualitas bagus, sedang, dan rendah. Belajar di
sekolah negeri atau swasta memang mempunyai sensasi yang berbeda bagi para
peserta didiknya. Di pedesaan, biasanya sekolah negeri begitu banyak diminati
karena biaya pendidikan yang relatif terjangkau. Sedangkan di kota-kota besar,
sekolah swasta justru diminati karena fasilitas dan ketercapaian kompetensi
peserta didik yang telah terbukti bagus.
Rumor tak sedap pun
bermuculan tentang perbedaan sekolah negeri dan sekolah swasta. Tidak
jarang pula masyarakat yang tidak tahu menahu akhirnya mengambil kesimpulan
sepihak yang mengatakan bahwa sekolah negeri lebih baik dari sekolah swasta
demikian pula sebaiknya. Minimnya informasi yang diperoleh merupakan
salah satu faktor pengambilan kesimpulan sepihak.
Sekolah negeri maupun
sekolah swasta memiliki karakteristik mereka sendiri, sehingga dengan
karakteristik masing-masing akan menampilkan perbedaan antara yang satu dengan
yang lain. Jika kita berpikir secara bijak, baik itu sekolah negeri maupun
sekolah swasta memiliki tujuan yang sama seperti yang tertuang dalam Pembukaan
UUD 1945 yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan cara dan karakteristik masing-masing,
sekolah negeri dan sekolah swasta tentu telah berupaya untuk mencapai tujuan
tersebut.
Tenaga pengajar atau
guru pada sekolah negeri maupun sekolah swasta bisa dibilang sebelas-duabelas
atau kurang lebih sama. Rata-rata tenaga pengajar sama-sama memiliki latar
belakang pendidikan minimal S1, beberapa ada yang sudah S2. Yang membedakan
adalah perhatian para pengajar terhadap anak didiknya.
Tidak bisa dipungkiri,
jumlah siswa yang belajar di sekolah negeri jauh lebih banyak jika dibandingkan
dengan jumlah siswa yang belajar di sekolah swasta. Jika dalam satu kelas
sekolah negeri memiliki 40 siswa, maka sekolah swasta hanya 20-30 siswa. Belum
lagi jumlah kelas di sekolah negeri yang juga lebih banyak daripada jumlah
kelas di sekolah swasta.
Jumlah siswa
berpengaruh signifikan terhadap perhatian guru. Di sekolah negeri,guru-guru
cenderung hanya memperhatikan siswa-siswa yang menonjol. Misalnya siswa yang
sangat cerdas dan siswa yang sangat nakal. Sementara siswa-siswa yang lainnya
kurang mendapat perhatian.
Bagaimana dengan
sekolah swasta? Karena jumlah murid ideal tidak terlalu banyak, maka guru-guru
bisa lebih memahami anak didiknya. Meski siswa yang cerdas dan siswa yang nakal
tetap terlihat lebih menonjol, namun guru-guru sekolah swasta masih bisa
memahami siswa-siswa yang lainnya, sehingga guru paham betul karakteristik
setiap anak didiknya.
Ø
Prosedur Pengajuan ijin Pendirian Sekolah yaitu:
1.
Pemrakasa/penyelenggara/yayasan/Panitia : mengajukan usul rencana pendirian
sekolah baru kepada Bupati untuk sekolah negeri dan Kepada Kepala Dinas
Pendidikan untuk sekolah swasta;
2.
Setelah menerima masukan dari Tim Penilai serta hasil study kelayakan atas
rencana pendirian sekolah baru Bupati dan atau Kepala Dinas Pendidikan akan
memberikan jawaban tentang persetujuan/penolakan kepada
Pemrakasa/Penyelenggara/Panitia Pendiri sekolah Baru ;
3.
Setelah mendapatkan pertimbangan persetujuan.
Pemrakasa/Panitia/Penyelenggara sekolah : mengajukan usul pendirian sekolah
dengan kelengkapan persyaratan yang ditetapkan kepada Bupati / Kepala Dinas
pendidikan, Sekretariat Tim Penilai Pendirian sekolah baru Sub Bag Penyusunan
Program untuk diproses lebih lanjut
Ø
Waktu penyelesaian
1.
Selambat-lambatnya 3 bulan ; Pemrakasa/ Penyelenggara/ Panitia Pendiri
sekolah wajib menerina tentang persetujuan/penolakan atas rencana pendirian
dari Dinas Pendidikan berdasarkan hasil study kelayakan, masukan dari tim
penilai , rencana tata ruang ( RUTR) dan masukan dari instansi terkait ( untuk
sekolah negeri ).
2.
Selambat-lambatnya 2 tahun Setelah mendapatkan pertimbangan persetujuan,
Pemrakasa melalui panitia pendiri sekolah : mengajukan usul pendirian sekolah
dengan kelengkapan persyaratan kepada kepada Bupati untuk sekolah negeri dan
Kepala Dinas pendidikan untuk sekolah swasta
3.
Selambat-lambatnya 1 minggu , Kepala Dinas Pendidikan menetapkan ijin
pendirian sekolah swasta yang memenuhi syarat dan mengusulkan penetapan
pendirian sekolah Negeri kepada Bupati
1.1 Study kelayakan pendirian sekolah, berisi :
- Latar belakang
- Bentuk dan nama sekolah
- Lokasi sekolah dan dukungan
masyarakat
- Sumber peserta didik
- Guru dan tenaga kependidikan
lainnya serta rencana pengembangannya
- Sumber pembiayaan selama lima
tahun yang meliputi biaya investasi penyelenggaraan, operasional
dan proyeksi aliran dana
- Fasilitas lingkungan penunjang
penyelenggaraan pendidikan
- Peta pendidikan
- Kesimpulan study
kelayakan
1.2. Rencana Induk Pengembangan Sekolah (RIPS) sebagai pedoman dasar
pengembangan sekolah untuk jangka waktu sekurang-kurangnya lima tahun dan
disusun berdasarkan hasil study kelayakan, memuat materi komponen sebagai
berikut:
- Visi dan Misi Sekolah
- Kurikulum
- Peserta Didik
- Ketenagaan
- Sarana dan Prasarana
- Organisasi
- Pembiayaan
- Manajemen Sekolah
- Peran Serta Masyarakat
- Rencana Pentahapan Pelaksanaan
(jangka pendek & jangka panjang)
1.3. Lampiran, terdiri dari :
- Salinan sah akte notaris
pendirian badan penyelenggara sekolah/yayasan (dilegalisir)
- Bukti registrasi Departemen
Kehakiman dan Hak Asasi Manusia (HAM)
Tata Cara Dan Syarat-Syarat Pendirian Sekolah
- Usul pendirian sekolah dari
yayasan, atau proposal
- Daftar nama susunan pengurus
yayasan penyelenggara sekolah
- Gambar/ Denah tanah, gedung dan
dilengkapi dengan foto gedung dari depan, samping kiri, samping kanan
ukuran postcard
- Surat persetujuan Kepala Desa/
Lurah yang dikuatkan oleh Camat setempat
- Rekomendasi dari Dinas Tata
Kota dan Tata Bangunan
- Rekomendasi dari Dinas
Perhubungan khusus bagi sekolah yang berlokasi di daerah rawan kemacetan
- Daftar fasilitas ruangan yang
tersedia
- Daftar tingkat pendidikan
Kepala Sekolah/ Guru dan Staf Administrasi
- Daftar banyak sekolah sejenis
radius 0-2 km
- Pernyataan tunduk dan patuh
pada peraturan atau ketentuan yang berlaku (pernyataan kemampuan)
- Keterangan Kepala Sekolah/ Guru
(SK dari Yayasan)
- Fotokopy Ijazah Kepala Sekolah,
Guru dan Staf Administrasi
- Memiliki 1 (satu) kelompok
belajar dengan sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) orang anak didik (daftar
nama siswa)
- Daftar tingkatan pendidikan
yang dikelola yayasan
- Keterangan kualitas
gedung
- SKCK atas nama Ketua dan
Sekretaris Yayasan, Kepala Sekolah dan Guru
- Fotokopy surat kepemilikan
tanah dan gedung
Contoh struktur
organisasi sekolah Swasta dan Negeri
Terlepas dari semua
kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh sekolah negeri maupun swasta, semua
kembali kepada orangtua dan anak sendiri. Dimanapun nantinya orangtua akan
menyekolahkan anaknya, semua tergantung kepada anak itu sendiri. Jika ia
memiliki kepribadian yang kuat serta semangat belajar tinggi, maka ia akan
sukses dimanapun ia bersekolah.
SUMBER:



Tidak ada komentar:
Posting Komentar